Tuesday, 29 March 2016
0 komentar

Pengungsi Longsor Banjarnegara Darurat Kebutuhan Harian

March 29, 2016

Semarang (29/3) – Para pengungsi korban longsor di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara membutuhkan kebutuhan pokok harian seperti makanan, pembalut wanita dan bayi dan juga fasilitas untuk masak di tempat pengungsian.

Hal tersebut dikatakan anggota DPRD Jawa Tengah dari daerah pemilihan Banjarnegara, Kebumen dan Purbalingga, Karsono.

“Selain itu juga ketersediaan air di tempat relokasi dan akses jalan menuju lokasi pengungsian bisa diperhatikan, karena aksesnya cukup sulit, bahkan karena jembatan putus, jika menuju lokasi harus memutar melalui Kecamatan Karangkobar,” jelasnya, di sela sidang paripurna DPRD Jateng, Senin (28/3/2016).

Karsono menyebut bahwa BPBD dan masyarakat Banjarnegara sudah belajar banyak dari peristiwa longsor Jemblung, Kecamatan Karangkobar yang menewaskan ratusan warga, sehingga peristiwa tanah gerak dan longsor di Clapar bisa segera diantisipasi. Namun demikian, Karsono meminta BPBD untuk bertindak cepat terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar korban longsor Clapar.

“Masyarakat dan pemkab sudah memahami bahwa di Banjarnegara itu ada titik-titik bencana, sehingga begitu ada tanda, mereka segera melakukan antisipasi termasuk diantaranya mengungsi di tempat relokasi,” ujar ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng ini.
Lebih lanjut, Karsono menyampaikan bahwa dari PKS sendiri juga turut membantu proses evakuasi tanah longsor, termasuk didalamnya pendirian posko bencana.

“Dari kami, PKS sendiri mendirikan posko di tempat longsor dan relokasi, posko tersebut dibuat dengan menyewa rumah warga, tiap harinya ada 5-6 orang yang stanby di posko selama 24 jam,” pungkas pria yang juga anggota Komisi E DPRD Jateng ini.
Sebagai informasi, peristiwa longsor di Desa Clapar Banjarnegara menyebabkan sebanyak 250 warga dari 83 kepala keluarga mengungsi di Gedung TK Pertiwi, Clapar, Madukara. Adapun, dampak longsor tersebut adalah sebanyak 15 rumah roboh dan 57 rumah rusak, terancam dan sudah dikosongkan.

Di posko pengungsian, saat ini sebanyak 69 warga sudah berada di tempat pengungsian, sementara sisanya berada di rumah warga sebanyak 15 (RT/RW 01/I), 33 (RT/RW 03/I), 40 (04/I) di Desa Clapar. Kemudian di Dukuh Kalitengah sebanyak 84 warga dan Desa Talunamba sebanyak 9 warga.
Sementara jumlah ibu hamil sebanyak 4 orang, jumlah bayi ada 6, balita sebanyak 5 anak, batita sebanyak 3 anak dan lanjut usia sebanyak 25 orang. Dari 250 pengungsi tersebut kebanyakan pengungsi menderita penyakit Mialgia (30), infeksi saluran pernapasan akut (15) dan penderita hipertensi (15).

Keterangan Foto: ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng, Karsono

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top