Wednesday, 20 April 2016
0 komentar

Kartini, Sosok Mujahidah yang Lahir di Antara Dua Zama

April 20, 2016

Jakarta (20/4) – Sejarawan KH Jazir ASP menilai Kartini adalah sosok Pejuang Islam (mujahidah) yang lahir di antara transisi dua zaman yang sedang berubah, yaitu Zaman Imperialisme Kuno dan Zaman Imperialisme Modern.
“Kartini lahir di tengah zaman yang sedang berubah, yaitu zaman Imperialisme Kuno yang sangat menindas, dan Zaman Imperialisme Modern yang mengenal Politik Etis atau Politik Balas Budi,” jelas Jazir dalam Diskusi Publik ‘Inspirasi Kartini dan Kepoloporan Perempuan’ yang diselenggarakan oleh Fraksi PKS DPR RI, Rabi (20/4).
Menurut Jazir, Kartini mendapatkan kemewahan karena mendapatkan fasilitas bersekolah sebagai balas budi penjajah kepada para anak bangsawan.
“Meskipun demikian, dengan modal pendidikan yang didapatkannya tersebut, Kartini tetap menyuarakan nurani rakyatnya melalui pendidikan, baik melalui tulisan hingga pemberian beasiswa. Itulah yang menjadi inspirasi bagi Budi Utomo dalam melahirkan beasiswa (studentfond) di kemudian hari,” jelas Ketua Bidang Dakwah MUI Yogyakarta ini.
Selain kritis kepada negara, Jazir menilai Kartini juga ‘kritis’ terhadap ajaran Islam. Jazir turut menceritakan sepucuk surat yang ditulis Kartini pada 6 November 1988.
“Al-Quran adalah kitab suci yang seharusnya dapat diterjemahkan dalam bahasa apapun. Di sini tiada seorang yang mengenal Bahasa Arab. Bagaimana mungkin aku bisa mencintai agamaku kalau aku tidak mengenalnya?” ujar Jazir sebagaimana cuplikan surat yang ditulis Kartini tersebut.
Meskipun demikian, menurut Jazir, arena kritisnya Kartini tersebut, itulah yang melahirkan Kitab Faidirahman Fit Tafsirin Quran, yang berisi tafsir 13 Juz Al-Quran dengan ditulis dalam bahasa Jawa.
“Tafsir itulah yang menginspirasi Kartini membukukan surat-surat tersebut dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang yang merujuk pada Surat Al-Baqarah ayat 257,” jelas Jazir.
Selain Jazir, hadir pula narasumber lainnya, seperti Wakil Ketua DPR RI Ledia Hanifa, Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS Wirianingsih, dan Perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
(budiman)

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top