Wednesday, 23 March 2016
0 komentar

"Mutiara" di Tumpukan Lumpur Banjir Bandung

March 23, 2016

Banjir Bandung sudah mulai surut. Warga sudah yang mengungsi sudah mulai kembali ke rumahnya. Tinggallah lumpur dan sampah yang perlu dibersihkan di lingkungan warga. Tapi banjir tak hanya menyisakan lumpur dan sampah. Banjir di Bandung juga memunculkan mutiara di balik pekatnya lumpur dan air banjir.

Mutiara itu bernama Sunandar. Saya dan orang-orang sering memanggilnya Kang Nandar. Beliau tidak ada hubungannya dengan Asep Kusnandar, dalang yang beken itu. Kang Nandar adalah ketua DPRa Andir DPC Baleendah DPD PKS Kabupaten Bandung. Saat banjir menerjang banyak tempat khususnya di Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung beliau menjadi relawan membantu warga korban banjir. Beliau menjadi akses banyak lembaga kemanusiaan dan relawan untuk memperoleh data dan datang ke lokasi pemberian bantuan. Beliau sangat lincah masuk kesana kemari dan paham betul seluk beluk kampung. Beliau juga bisa menghimpun masyarakat bergerak bersama dengan pengaturan yang baik membantu pemerintah, lembaga kemanusiaan dan relawan.

Saya dua hari bersama beliau dalam tugas kemanusiaan di Kelurahan Andir. Saya amati beliau cekatan mengelola pihak-pihak yang datang membawa bantuan dan penyalurannya. Beliau tak kenal lelah bekerja, berkeliling kesana-kemari keluar masuk kampung mendatangi warga yang butuh bantuan dan memandu relawan yang akan menyalurkan bantuan. Beliau juga selalu disambut baik oleh warga saat keluar masuk kampung. Beliau bahkan populer dimata warga. Kalau boleh saya katakan beliau tertokohkan karena kiprahnya membantu warga yang sedang terkena musibah. Penokohan yang natural karena karakter sigap dan tanggap merespon kebutuhan warga.

Beliau juga korban banjir. Beliau kerjanya sebagai tukang servis TV. Subhanallah, selama bersama beliau, ana mendengar banyak yang menelpon untuk servis TV. Luar biasa. Allah sayang sama hambanya yang tak kenal lelah membantu sesama. Bahkan saat sedang menjalankan tugas, Allah menenangkan dirinya tentang penghidupannya. 

Kang Nandar, sosok relawan PKS yang tak khawatir dapurnya tak berasap karena membantu warga yang tertimpa musibah dengan sigap. Kang Nandar yang tak peduli aksinya diliput atau tidak karena memang ia bekerja dalam rangka berkhidmat bukan menjadi terkenal.

Penokohan dan Rezeki biarlah Allah yang urus. Allah tak keliru memilih orang-orang yang pantas dimuliakan.

Mari menjadi relawan dalam rangka mengabdi kepada Allah dan berkhidmat untuk rakyat.

Waallahu’alam

Kota Bogor, 22 Maret 2016


Abu Haniyya

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top