Breaking News

DPRD Kulon Progo Tinjau Lokasi Longsor dan Jalan Ambles di Banjararum, Desak Penanganan Segera



FRAKSIPKS  – Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo melakukan peninjauan lapangan terkait bencana tanah longsor dan kerusakan infrastruktur di Padukuhan Sentul, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang pada Selasa (12/05/2026).

Rombongan yang terdiri dari Drs. HM Maryono (Komisi IV) dan Suradi, ST.MT (Komisi III) ini melihat langsung tebing kondisi longsor yang menutup akses jalan corblok sepanjang 25 hingga 30 meter. Peninjauan ini didampingi oleh Jogoboyo Kalurahan Banjararum, Dukuh Sentul, serta tokoh masyarakat setempat.

Manual Penanganan Ancaman Longsor Susulan dan Kendala

Dalam pengamatannya, HM Maryono mengungkapkan bahwa aduan masyarakat sebenarnya sudah masuk sejak Maret lalu. Meski sudah pernah meninjau sebelumnya, kondisi saat ini kian mempengaruhi karena adanya rekahan bongkahan tanah yang berpotensi memicu longsor susulan.

“Jika hanya ditangani secara manual, risikonya terlalu besar dan sulit tuntas. Namun, kami mengapresiasi semangat warga yang rencana pada Kamis (14/05) besok akan melakukan gugur gunung (gotong royong) agar akses jalan menuju makam tetap bisa digunakan,” ujar Maryono.

Senada dengan hal tersebut, Suradi menekankan pentingnya intervensi dari Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia menilai volume material longsor terlalu besar untuk dikerjakan tanpa teknologi.

“Kami meminta Pemda, khususnya BPBD, segera bekerja sama dengan warga. Kami berharap BPBD dapat menerjunkan alat berat karena jika mengandalkan tenaga manual akan memakan waktu sangat lama,” tegas Suradi.

Dampak Ekonomi dan Keselamatan Warga

Jogoboyo Kalurahan Banjararum, Agus , menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan urat nadi bagi warga. Selain akses utama menuju pemakaman, jalan ini menghubungkan Padukuhan Sentul dengan Padukuhan Brajan yang digunakan petani untuk pergi ke sawah dan mencari rumput.

“Saat ini aktivitas warga sangat terganggu. Kami mohon penanganan segera dari pihak yang berkompeten karena kemampuan warga sangat terbatas, apalagi terdapat banyak retakan tanah yang membahayakan warga saat kerja bakti maupun saat lewat,” kata Agus.

Tokoh masyarakat setempat, Gino , menambahkan bahwa warga telah berusaha secara maksimal melakukan penanganan secara mandiri. Masyarakat sangat berharap bantuan benar-benar terwujud demi kenyamanan akses pendidikan, pertanian, menuju pemakaman maupun jalur tembus antar padukuhan.

Soroti Jalan Ambles di Saluran Kalibawang

Selain meninjau titik longsor, rombongan DPRD juga memeriksa lokasi jalan ambles di jalur saluran Kalibawang yang berada di dusun yang sama. Berdasarkan pantauan, terjadi penurunan tanah sedalam 1 hingga 1,5 meter sepanjang 80 meter.

Melihat kondisi ini, DPRD mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk segera mengambil langkah taktis. Hal ini dikarenakan:

  1. Keamanan Saluran Air: Penurunan jalan yang ditakutkan berdampak buruk terhadap fungsi saluran air yang mengairi lahan pertanian di seluruh wilayah Kulon Progo.

  2. Sektor Pariwisata: Jalur tersebut merupakan akses wisata yang strategis.

  3. Mobilitas Warga: Saat ini warga hanya melakukan penanganan swadaya dengan corblok agar jalan tetap bisa dilalui sementara.

DPRD Kabupaten Kulon Progo memastikan akan terus mengawal koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan BBWSSO agar perbaikan infrastruktur di Banjararum ini menjadi prioritas utama demi keselamatan dan ekonomi masyarakat.


No comments

Tulis komentar Anda!