Gen Z diajak UPA : Aku Dapat Apa ? (Catatan Kegiatan Daurah Keluarga Sakinah)
Selalu ada wawasan baru jika mengikuti acara Bu Nunung Bintari, apalagi ditambah putra sulungnya, Bang Zia, ditambah gen z yang sedang mencuri perhatian di Kulon Progo, Kak Shilham dan Kak Zahra.
Daurah Keluarga Sakinah yang berjudul "Sudut Romansa Keluarga Pejuang" yang diselenggarakan oleh Bipeka Kulon Progo, Ahad 28 Juni 2026 di gedung Pertemuan JMS, bekerja sama dengan Bidang PAA.
Isinya daging semua. Ini sebagian garis besarnya. Mohon maaf jika tidak bisa mencakup semuanya.
Sebagai pembicara pertama, Bu Nunung menyampaikan bahwa dalam membina keluarga, kekuatan seorang ibu terletak pada ketakwaannya kepada Allah. Dengan ketakwaan dan doa yang kuat, insyaa Allah akan dimudahkan dalam membentuk keshalihan anak. Apalagi menurut dia, bukan sekolah IT yang membuat anak jadi shalih, tapi orang orang tuanya.
Bagaimana perkembangan anak-anak, itulah raport orang tua. Masya Allah..
Tentang UPA bagi anak, terutama gen z, Bu Nunung berpesan, jadikan UPA itu menyenangkan bagi mereka. Karena jaman sudah berbeda. Upa sekarang tidak lagi harus melingkar di rumah, tapi sesekali di cafe, nobar, mabar dan lain sebagainya.
Kita tidak boleh berkata, "Kalau dulu begini, kalau dulu begitu..."
Sependapat dengan Umminya, Bang Zia menyampaikan pengalamannya membina anak-anak dengan menyesuaikan hobi dan kecenderungan anak jaman sekarang. Tentu tetap dengan batas-batas yang disepakati.
"Tugas kita adalah mendampingi mereka. Murabbi harus pandai cosplay agar mereka nyaman berada di lingkaran ini." Kata Bang Zia lebih lanjut.
Sementara Kak Silham, putra dari Bu Maryanti, menyampaikan ungkapan hati tenang UPA dengan sangat menggelitik.
"Saya Ngaji karena disuruh Ummi. ikut kegiatan-kegiatan juga disuruh Ummi. Daripada diamuk, yah sudah ikut saja.."
Meskipun kemudian dia mengaku, "jujur akhirnya saya merasa membutuhkan UPA."
"Pertanyaan pertama teman-teman kalau diajak ngaji adalah, nek melu upa aku entuk apa ?"
Sedangkan Kak Zahra, putri dari Bu Iin Indriani menyampaikan, “Karena sudah terbiasa dengan lingkungan yang islami, maka akhirnya saya merasa ada yang kurang kalau tidak ikut ngaji.”
"Kalau bagi kami, upa yang menyenangkan itu yang pesertanya boleh ber-makeup." owh begitu ya kak...
Sebagai penutup, Bu Nunung memberikan nasehat yang sangat menyentuh.
"Dakwah itu tidak ada istirahatnya. Dakwah itu mengambil semua dari kita. Tapi yakinlah, Allah akan memberikan rejeki kepada orang-orang yang berjuang di jalanNya."
Dan...
“Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang hidupnya digunakan untuk mengurusi dakwah.”
(Erry K)
![]() |
| Panitia di balik layar |


No comments
Tulis komentar Anda!