Breaking News

Petani Donomulyo dan Kaliagung Curhat Irigasi, Usulkan "Tol Air" hingga Gerakan Hemat Air


KULON PROGO – Pengelolaan air irigasi yang adil menjadi kunci utama bagi kemakmuran para petani. Guna membedah aturan dan mencari solusi terbaik, Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo dari Fraksi PKS, Agung Raharjo, ST, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi.

Acara yang berlangsung gayeng ini digelar di Donomulyo, Nanggulan, pada Rabu (24/6/2026), dengan menghadirkan narasumber ahli, Hendy Setyadi, ST dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo.

 Dari Hulu ke Hilir: Suara Petani dari Lapangan

Dalam sosialisasi ini, antusiasme warga dan perwakilan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) begitu terasa. Mengingat air adalah "nadi" pertanian di Nanggulan, muncul berbagai masukan dan usulan konkret dari masyarakat agar pembagian air bisa semakin adil:

 Usulan "Tol Air" untuk Petani Hilir

   Salah satu usulan menarik dari P3A adalah pengadaan konsep Tol Air. Ini merupakan saluran air khusus yang dirancang langsung menuju wilayah hilir (pethit). Tujuannya agar para petani yang berada di ujung saluran tetap kebagian jatah air bersih tanpa "dicegat" di tengah jalan.

 Aksi Nyata "Gerakan Petani Hemat Air"

   Mengingat debit air irigasi yang terbatas, warga mengusulkan adanya gerakan kesadaran bersama agar air tidak terbuang sia-sia dan bisa dimanfaatkan secara efektif.

 Aturan Tegas Berdasarkan Luas Lahan
   Perlu adanya regulasi proporsional yang mengatur jumlah debit air yang dialirkan sesuai dengan luas lahan. Langkah ini dinilai penting agar wilayah hulu tidak mengalirkan air secara berlebihan melebihi kebutuhan riil mereka.

 Disiplin Pola Tanam

   Warga juga mendorong adanya pola baru untuk mendisiplinkan jadwal dan masa tanam. Dengan jadwal yang tertata, risiko rebutan air di waktu-waktu tertentu bisa diminimalisir.

Komitmen Bersama demi Ketahanan Pangan

Menanggapi masukan tersebut, Agung Raharjo, ST, menyambut baik aspirasi dari bawah. Menurutnya, Perda Irigasi ini justru membutuhkan masukan riil seperti ini agar penerapannya di lapangan bisa benar-benar menjawab kendala para petani.
Sinergi antara pemikiran teknis dari DPUPKP dan kearifan lokal para petani Donomulyo dan Kaliagung diharapkan mampu melahirkan sistem pengairan yang lebih tertata, adil, dan bikin kantong petani makin tebal saat panen tiba.

No comments

Tulis komentar Anda!