Wujudkan Kulon Progo Ramah Disabilitas, Anggota DPRD Fraksi PKS Gelar Sosialisasi Perda Perlindungan Penyandang Disabilitas
KULON PROGO – Dalam upaya mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo dari Fraksi PKS, Jeni Widiyatmoko, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyayang Disabilitas. Kegiatan ini berlangsung hangat di kediamannya yang bertempat di Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo.
Acara ini menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulon Progo, serta dihadiri oleh Kader Posyandu Sidomulyo, Ketua dan Anggota National Paralympic Committee (NPC) Kulon Progo, serta masyarakat umum dari wilayah Kokap dan Pengasih.
Sinergi Menuju Kulon Progo yang Inklusif
Dalam paparannya, perwakilan Dinsos PPPA Kulon Progo, Dian Putera Karana, M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan implementasi regulasi ini sangat bergantung pada sinergi seluruh lapisan masyarakat.
“Kesuksesan kita semuanya terkait perda disabilitas, kesuksesan kita semuanya terkait perbub inklusivitas di satuan pendidikan dan semuanya nanti adalah saling ramah, ramah untuk semua bisa untuk semuanya .Ending dari perda ini adalah semua berbaur, tidak ada yang namanya aneh,” ujar Dian.
Dian juga memberikan apresiasi langsung terhadap pemilihan lokasi acara yang dinilai aksesibel dan ramah disabilitas. Ia mencontohkan bagaimana pengguna kursi roda dapat dengan mudah menjangkau tempat acara begitu turun dari sepeda motor. Menurutnya, sebagai manusia yang terlahir dengan bentuk paling sempurna namun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sudah sepatutnya masyarakat saling menghormati.
Kesetaraan Hak dan Prestasi Atlet Disabilitas
Ketua NPC Kulon Progo, Widi Nuryanto hadir bersama sejumlah atlet dari cabang olahraga bulu tangkis, tenis meja, dan panahan.
Widi menegaskan bahwa dalam dunia olahraga, tidak ada pemisahan antara penyandang disabilitas dan non-disabilitas.
"Olahraga disabilitas sama haknya dengan teman-teman non-disabilitas. Apabila ada teman-teman disabilitas yang tertarik, bisa menghubungi NPC. Akan kami datangi untuk bergabung dalam olahraga disabilitas," ungkap Widi yang juga merupakan atlet panahan tingkat nasional.
Saat ini, Kulon Progo patut bangga karena telah memiliki dua atlet penyandang disabilitas asal Lendah dan Kokap yang berhasil menembus kancah internasional ( go international ). Ke depan, agenda besar telah menanti kabupaten ini, di antaranya penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Disabilitas pada Agustus mendatang, serta persiapan Kulon Progo sebagai tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) pada tahun 2027.
Dukungan Penuh dari Legislatif
Menutup kegiatan sore tersebut, Anggota DPRD Kulon Progo, Jeni Widiyatmoko, menyampaikan rasa optimis dan dukungannya terhadap perkembangan ekosistem inklusif dan prestasi olahraga disabilitas di Kulon Progo.
"Semoga event-event ke depan berjalan lancar. Kita doakan teman-teman terus berprestasi, meraih juara, dan semakin banyak yang bisa go international ," pungkas Jeni.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat Kulon Progo mengenai hak-hak penyandang disabilitas semakin meningkat, sekaligus memicu lahirnya talenta-talenta baru yang siap mengharumkan nama daerah di level dunia.


No comments
Tulis komentar Anda!